Rabu, 03 Agustus 2016

PUISI RINDU



Rindu ini memang sangat menyiksaku.  namun apa daya,
Kau tak pernah menginginkanku.
Kau tak membutuhkanmu
Kau datang, namun hanya karena sebatas rindumu.
Kau tak pernah peduli tentang perasaanku.
Kau tidak pernah mengerti luka dalam hatiku
Seperti tidak akan ada hasrat dalam hatimu untuk kembali bersamaku.
Aku bukanlah wanita yg paling kau butuhkan saat ini.
Cemburu. Iya wajar aku sangat cemburu. Tak kuasa air mataku keluar setiap kali aku mendengar kau sedang bersama dirinya.
Cemburuku karena aku sangat mencintaimu.  Aku tak mau kehilanganmu.
Namun hatimu yg keras tidak seperti hatiku,
Siapa wanita itu? Kenapa engkau bisa sangat mencintainya?
Kalian berdua sangat dekat dan seperti sangat serasi.
Harusnya wanita yang di sampingmu saat ini adalah aku.
Namun hatimu berkata lain, kau tidak mencintaiku,
 kau meminta aku harus mengorbaankan perasaanku, demi kebahagiaanmu bersama dirinya.
Sungguh malang memang nasibku, terlambat menyadari ini semua.
Hancur nya hatiku saat ini karenamu. Tahukah kau? Aku ingin memilikimu seutuhnya.
Tak tau harus mengadu kepada siapa lagi? Tak akan ada yg mau mengerti.
Adakah kau tahu obat luka dalam hatiku ini? Itu dirimu.
 Kumohon, Kembalilah bersamaku.  Jalin lagi mimpi kita dulu. Bersamamu aku bahagia. selamanya  bersamamu dalam suka dan duka kita lewati bersama. L

Kamis, 28 Juli 2016

Curahan hati sebagai Masyarakat Haranggaol tentang KJA (Keramba Jaring Apung) yang hendak dihapuskan.

Saya adalah masyarakat Haranggaol. Haranggaol merupakan penghasil ikan terbaik dan terbanyak dari luasnya danau Toba. Mayoritas masyarakat di Haranggaol menggantungkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dengan bermata pencaharian sebagai petani ikan di Keramba Jaring Apung (KJA).
Saya sebagai masyarakat sangat mendukung program kerja pemerintah yg diprakarsai oleh Bapak Jokowi serta Badan Otorita Danau Toba (BODT) yang salah satunya adalah menjadikan Danau Toba sebagai "Monaco of Asia".
Maka untuk pelaksanaan program kerja tersebut, pemerintah merencanakan akan membersihkan  KJA dari danau Toba termasuk di Haranggaol.
Bapak JR Saragih sebagai Bupati Simalungun pun ikut mencanangkan program ini dan katanya tidak akan memberikan ruang bagi KJA ini untuk merusak danau Toba. Tujuan Bapak JR Saragih ini sebenarnya melakukan pembersihan KJA adalah untuk meningkatkan marwah daerah wisata danau Toba.
Saya sebagai masyarakat Haranggaol sungguh tidak tega dengan kondisi daerah saya saat ini. Orang tua saya punya keramba, walau tidak banyak. Tetapi dari situlah keluarga saya dan masyarakat lainnya mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan, karena berladang di daerah Haranggaol saat ini tidak lagi menjanjikan dan berkeramba nyatanya lebih berpotensi meningkatkan perekonomian. Saat ini KJA di Haranggaol sudah terlanjur banyak dan mayoritas masyarakatnya berpenghasilan dari KJA.
Saya pun sangat menyadari bahwa kehadiran KJA akan merusak kehidupan dan organisme di danau tersebut. Bukan tidak setuju, namun sungguh saya tidak ikhlas begitu saja dengan alasan tersebut yang mendukung Program Danau Toba yang dijadikan sebagai "Monaco of Asia" sehingga pemerintah mencetuskan agar KJA segera dihapuskan.
Saya masih sangat meyakini bahwa wisatawan pun pasti tertarik dan suatu saat nanti akan rindu melihat KJA termasuk KJA di Haranggal. Saya dan masyarakat Haranggaol lainnya hanya memohon dengan sangat agar KJA tersebut tidak benar dihapuskan karena kamipun sangat  mendukung program pengindahan Danau Toba dam menjadikan Haranggaol sebagai destinasi wisata. Tetapi janganlah dengan menggusur KJA ini begitu saja, karena akan melumpuhkan ekonomi masyarakat Haranggaol. Kami siap untuk merawat dan menata KJA dengan rapi dengan niat untuk mengindahkan pemandangan dan kami pasti terima apabila kuota keramba ini yang mau tidak mau harus dikurangi dengan tujuan untuk menarik minat wisatawan agar datang dan tetap tidak kami pungkiri juga sebagai sumber perekonomian masyarakat Haranggaol.
Karena Indonesia merupakan negara demokratis. Jadi siapapun berhak untuk mencurahkan pendapatnya dan mengajukan penolakan. Janganlah karena pemerintah memiliki kuasa, maka dengan mudahnya membuat aturan seperti itu. Pikirkanlah juga nasib rakyat. Jangan hanya karena alasan danau Toba ingin dijadikan destinasi wisata, sampai kondisi rakyat tidak dihiraukan. Saya sebagai masyarakat Haranggaol sangat membutuhkan keadilan. Bukankah pemerintah seharusnya mengutamakan rakyatnya? Bagaimana bisa program kerja pemerintah terlaksanakan jika rakyatnya saja tidak mendukung?
Sebagai renungan, seandainya para pemerintah dan kami rakyat jelata yang butuh keadilan ini bertukar posisi, pasti para pemerintah pun tidak ingin diatur seperti ini, bukan?
Bedanya ialah pemerintah saat inilah yang memiliki kuasa, sedangkan kami adalah yang harus menaati peraturan yang telah ditetapkan. Dan karena itu adalah program kerja mereka, sehingga mereka pastilah sangat berusaha dan bekerja keras apalagi ditambah dukungan masyarakat Indonesia lainnya yang bukan dari kalangan  seperti kami yang bergantung dari KJA, sehingga tidak masalah bagi mereka. Dan yang kami rasakan saat ini adalah merasa seolah-olah terpojokkan dan hampir tidak dihiraukan. Kami hanya membutuhkan dukungan dan semangat dari masyarakat Indonesia lainnya dan juga pemerintah agar bersedia jika KJA ditata dengan rapi walaupun porsirnya harus dikurangi asal jangan sampai dimusnahkan.

Rabu, 09 Desember 2015

EKOLOGI TUMBUHAN TUGAS 1 dan 2 Data dan Hasil Analisis Vegetasi


NAMA     : MARTHA P SITANGGANG
KELAS      : BIOLOGI NK B 2014
NIM         : 4143220017
M. KULIAH : EKOLOGI TUMBUHAN
TUGAS 1
Data Mentah Hasil Analisis Vegetasi Hutan Aeknauli pada Tahun 2009
melalui metode Kuadaran
No. Titik Pengamatan
No. Kuadran
Spesies Pohon
(nama lokal)
Jarak Pohon (cm) = dn
Keliling Batang (cm)
= 2 π r

Jari-jari batang (r) = K/2π (cm)
Luas Basal Area
  ()
1
I
Sihalagundi
290
120
19,10
1145,50
II
Simartolu
430
118
18,78
1107,44
III
Sihalagundi
450
107
17,03
910,66
IV
Loba-loba
410
92
14,64
672,99
2
I
Pinus
570
98
15,60
764,15
II
Loba-loba
180
117
18,63
1089,82
III
Sihalagundi
530
149
23,72
1766,68
IV
Pinus
500
78,5
12,5
490,62
3
I
Simartolu
600
120
19,10
1145,50
II
Simartolu
250
122
19,42
1184,20
III
Pinus
560
236
37,57
4432,12
IV
Pinus
700
119
18,94
1126,39
4
I
Sihalagundi
200
99
15,76
779,90
II
Loba-loba
200
99
15,76
779,90
III
Simartolu
600
150
23,88
1790,59
IV
Sihalagundi
110
150
23,88
1790,59
5
I
Sihalagundi
230
181
28,82
2608,06
II
Sihalagundi
540
113
17,99
1016,22
III
Simartolu
200
99
15,76
779,90
IV
Loba-loba
320
82
13,05
534,74

Jawaban Tugas 1

Stasiun 1
Stasiun 2
Stasiun 3
Stasiun 4
Stasiun 5
Kuadran 1
Sihalagundi
Pinus
Simartolu
Sihalagundi
Sihalagundi
Kuadran 2
Simartolu
Loba-loba
Simartolu
Loba-loba
Sihalagundi
Kuadran 3
Sihalagundi
Sihalagundi
Pinus
Simartolu
Simartolu
Kuadran 4
Loba-loba
Pinus
Pinus
Sihalagundi
Loba-loba

Jadi ,
Sihalagundi     =  7
Simartolu        =  5
Loba-loba        =  4
Pinus                =  4

·         Kerapatan  Total
KT  =  Luas area / d²
KT  =   x5 / d²  =  3,14 x 25² x 5 / (393,5)² 
    = 9812,5 / 154842,25 =  0,063   0,06

·         Kerapatan Mutlak Jenis I (KM)
KM (i) = jumlah individu jenis I / luas total area
Sihalagundi  = 7 / 9812,5  =  0,000713
Simartolu = 5 / 9812,5 = 0,000509
Loba-loba = 4 / 9812,5 = 0,000407
Pinus =  4 / 9812,5 = 0,000407




·         Kerapatan Relatif Jenis I (KR)
KR (i)  =  kerapatan mutlak jenis I /  jumlah kerapatan mutlak seluruh jenis x 100 %
Sihalagundi = 0,000713 / 0,002036 x 100 % = 35,01 %
Simartolu  = 0,000509 / 0,002036 x 100 % = 25 %
Loba-loba = 0,000407 / 0,002036 x 100 % = 19,99 %
Pinus = 0,000407 / 0,002036 x 100 %  = 19,99 %

·         Frekuensi Mutlak Jenis I (FM)
FM (i)  = titik pengamatan yang diduduki jenis I / titik pengamatan yang diduduki seluruh jenis
FM (Sihalagundi) =  4 / 5 = 0,8                      
FM (Pinus) = 2 / 5  = 0,4
FM (Simartolu) =  4 / 5 = 0,8
FM (Loba-loba) = 4 / 5 = 0,8

·         Frekuensi Relatif Jenis I (FR)
FR (i) = Frekuensi Mutlak Jenis I / Jumlah total frekuensi mutlak seluruh jenis x 100 %
FR (Sihalagundi) = 0,8 x 100 % / 2,8 = 28,57 %
FR (Simartolu) = 0,8 x 100 % / 2,8 = 28,57 %
FR (Loba-loba) = 0,8 x 100 % / 2,8 = 28,57 %
FR (Pinus) = 0,4 x 100 % / 2,8 = 14,28 %

·         Dominansi Mutlak Jenis I (DM)
DM (i) = Luas Basal Area /  Luas Total Area
DM (Sihalagundi) = 10017,65/ 981250  = 0,010209
DM (Pinus)      = 6813,293 / 981250  = 0,006122
DM (Simartolu) =  6007,658 / 981250  = 0,006943
DM (Loba-loba) = 3077,472 / 981250  = 0,003136

Dominansi Relatif Jenis i (DR)
DR (i)  =  x 100%

 DR (Sihalagundi)        =  0,010209 / 0,026411 X 100%  =  38 %
DR (Pinus)                   = 0,006122 / 0,026411 X 100%  = 23%
DR  (Simartolu)           0,006943 / 0,026411 X 100%  = 26%
DR  (Loba-loba)           =  0,003136 /0,026411 X 100%  = 12%

INDEKS NILAI PENTING (INP)
INP = KR(i) + FR(i) + DR(i)
INP (Sihalagundi)      = 35,01 % + 28,57 % + 38 % = 101,6%
INP (pinus)          = 19,99 % + 14,28 % + 23% = 57,28%
INP (simartolu)    = 25 % + 28,57 % + 26% = 79,6%
INP (loba-loba)    = 19,99 % + 28,57 % + 12% = 60,57%






TUGAS 2
Latihan Pembuatan Diagram Pohon pada Analisis Vegetasi
           Jika data Nilai Penting dari 8 (delapan stasiun) analisis vegetasi pohon di hutan Wisata Sibolangit-Sumatra Utara adalah sebagai-berikut (data teoritis):
Tabel 1. Nilai Penting Flora (data teoritis) yang terdapat di hutan Wisata Sibolangit-
Sumatera Utara
No
Flora
1
2
3
4
5
6
7
8
Rata-rata
1
Pterocarpus indicus
31,4
33,7
25,5
20,0
45,8
35,1
30,4
35,5
32,175
2
Samanea saman
11,4
10,4
12,3
15,0
23,2
26,8
13,4
13,3
15,725
3
Artocarpus elasticus
2,9
2,8
5,6
5,0
7,8
10,7
3,9
4,6
5,4125
4
Coryota mitis
11,4
8,5
7,7
5,0
8,8
25,0
12,4
5,7
10,5625
5
Parkia rexburghii
9,8
4,8
8,4
7,0
8,4
21,6
10,8
7,4
9,775
6
Lancium domesticum
7,7
5,1
6,5
5,0
6,4
17,8
8,7
8,5
8,2125
7
Paraserinthes sp.
5,7
6,6
8,0
5,0
6,2
17,3
7,7
10,0
8,3125
8
Pinus merkusii
5,7
7,4
3,4
4,0
5,5
17,1
6,7
7,4
7,15
9
Donax sp.
5,7
8,4
6,9
5,0
5,8
19,1
5,7
7,9
8,0625
10
Saportea sp.
8,5
7,7
7,2
5,0
8,4
21,3
9,5
9,2
9,6









JAWABAN TUGAS 2
1.       GAMBAR DIAGRAM POHON  dari vegetasi yang terdapat pada delapan stasiun pengamatan berdasarkan rata rata yang tedapat pada tabel

Text Box: pterocarpus indicus
 




2.       Jumlah komunitas pada indeks ketidaksamaan  50%
3.       Tipe vegetasi pada hutan wisata Sibolangit tersebut adalah Tipe Hutan Musim Gugur Daun (Drydecidus forest)
4.       Vegetasi lebih stabil pada stasiun 4 karena INP flora pada stasiun 4 tidak banyak terjadi perbedaan indeks antar flora