EFEK CAHAYA TERHADAP FOTOSINTESIS TANAMAN JAGUNG ( ZEA MAYS)
Martha
Priana Sitanggang
4143220017
- Biologi NK B 2014
ABSTRACT
The most rapid
development is the development of maize in a dark place. The influence of light
and the hormone auxin found in plants affect the photosynthesis of corn plants
. The plant hormone auxin functions to growth for plants and become an obstacle
to the growth of plants when exposed to sunlight .
Corn plants
grown in the dark will grow faster / higher than the bright place however , the
corn crop in a dark place looks yellow , pale , thin , the leaves are not
growing, and eventually will die after their food reserves run out. This is
because light also stimulates the formation of chlorophyll , the plant in a
dark place can not make chlorophyll and ultimately can not make their own food
(photosynthesis).
ABSTRAK
Perkembangan paling cepat yaitu
perkembangan jagung pada tempat yang gelap. Pengaruh cahaya dan hormon auksin yang terdapat pada pada
tumbuhan mempengaruhi fotosintesis tanaman jagung. Hormon auksin pada tumbuhan
berfungsi untuk pertumbuhan bagi tanaman dan menjadi penghambat pertumbuhan
tanaman jika terkena cahaya matahari.
Tanaman jagung yang ditanam di
tempat gelap akan tumbuh lebih cepat/tinggi dari pada yang ditempat terang
namun, tanaman jagung di tempat gelap tampak kuning, pucat, kurus, daunnya
tidak berkembang, dan lama-lama akan
mati setelah cadangan makanannya habis. Ini karena cahaya juga
merangsang pembentukkan klorofil, tumbuhan di tempat gelap tidak dapat membuat
klorofil dan akhirnya tidak dapat membuat makanannya sendiri (fotosintesis).
PENDAHULUAN
Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan tumbuhan adalah cahaya. Cahaya yang dibutuhkan tumbuhan tidak selalu
sama pada setiap tanaman. Ada jenis-jenis tumbuhan yang memerlukan cahaya penuh
dan ada pula yang memerlukan remang-remang untuk pertumbuhannya. Kualitas,
intensitas, dan lamanya radiasi yang mengenai tumbuhan mempunyai pengaruh yang
besar terhadap berbagai proses fisiologi tumbuhan. pada intensitas cahaya
berlebih maka auksin dan klorofil akan rusak sehingga menghambat pertumbuhan.
Sebaliknya, pada intensitas kurang cahaya tumbuhan mengalami etiolasi. Perbedaan
respon tumbuhan terhadap itensitas cahaya matahari juga berpengaruh terhadap
kondisi fisik tumbuhan. Oleh karena itu, kami ingin membuktikan pengaruh
itensitas cahaya matahari terhadap tinggi batang dan warna daun pada tanaman
jagung.
BAHAN DAN METODE
Pengamatan ini dilakukan di rumah kaca Fakultas ,Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan dilakukan dengan pengulangan
5 kali. Perlakuan yang dibuat adalah
melihat pertumbuhan tanaman jagung pada kondisi tempat terang dan gelap.
Bahan
yang digunakan adalah
1.
Tanah gembur
2.
Polibek ½ kg
3.
Air
4.
Kardus
5.
Tanaman jagung (Zea mays) berumur
muda
Percobaan ini menggunakan 2 polibek berukuran sama yaitu
ukuran ½ kg. Masing-masing polibek diisi dengan tanah gembur dengan 4/5 bagian
polibek. Percobaan ini menggunakan 2 tanaman jagung yang digunakan sebagai
objek pengamatan adalah tanaman jagung berusia mudadengan tinggi tanaman
7cm-10cm yang dipilih dengan kualitas yang baik untuk mempermudah pengamatan.
Setiap polibek ditanam masing-masing 1 tanaman jagung.
Perlakuan yang diberikan adalah 1 tanaman jagung pada kondisi tempat terang dan
1 tanaman jagung pada kondisi tempat gelap. Penyiraman dilakukan setiap hari.
Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, panjang daun,
lebar daun, dan warna tanaman.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Minggu Pertama
v
Tempat Terang
|
No
|
Jenis Tumbuhan
|
Pot
|
Tinggi Tanaman (cm)
|
Lebar daun (cm)
|
Panjang daun (cm)
|
Warna
Tanaman
|
|
1
2
3
4
5
|
Jagung
Jagung
Jagung
Jagung
Jagung
|
1
2
3
4
5
|
12,6
12,8
12,5
13
15
|
1,4
1,5
1,7
1,6
1,7
|
6
6
6,1
6,2
6,2
|
Hijau
Hijau cerah
Hijau cerah
Hijau cerah
Hijau cerah
|
v
Tempat Gelap
|
No
|
Jenis Tumbuhan
|
Pot
|
Tinggi Tanaman (cm)
|
Lebar daun (cm)
|
Panjang daun (cm)
|
Warna
Tanaman
|
|
1
2
3
4
5
|
Jagung
Jagung
Jagung
Jagung
Jagung
|
1
2
3
4
5
|
7
9
10
-
-
|
0,8
0,8
1
-
-
|
4
5
5,3
-
-
|
Kuning coklat
Kuning coklat
Kuning coklat
-
-
|
Minggu kedua
v
Tempat Terang
|
No
|
Jenis Tumbuhan
|
Pot
|
Tinggi Tanaman (cm)
|
Lebar daun (cm)
|
Panjang daun (cm)
|
Warna
Tanaman
|
|
1
2
3
4
5
|
Jagung
Jagung
Jagung
Jagung
Jagung
|
-
-
-
-
-
|
-
-
-
-
-
|
-
-
-
-
-
|
-
-
-
-
-
|
-
-
-
-
-
|
v
Tempat gelap
|
No
|
Jenis Tumbuhan
|
Pot
|
Tinggi Tanaman (cm)
|
Lebar daun (cm)
|
Panjang daun (cm)
|
Warna
Tanaman
|
|
1
2
3
4
5
|
Jagung
Jagung
Jagung
Jagung
Jagung
|
-
-
-
-
-
|
-
-
-
-
-
|
-
-
-
-
-
|
-
-
-
-
-
|
-
-
-
-
-
|
Pada keadaan yang gelap, hormon
auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang.
Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap,
tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan
lebat, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta
kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kuning.
Tanaman jagung
pada kondisi gelap minggu pertama dan kedua
Pada keadaan terang, hormon
auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman
tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan
kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat
segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil.
Tanaman
jagung pada kondisi terang minggu pertama dan kedua
Dua minggu setelah perlakuan, tanaman jagung karena tidak
disiram setiap hari dan dibiarkan pada tempat terang dan gelap. Tampak perbedaan pada hasil bahwa
pada minggu kedua semua tanaman jagung pada kondisi tempat terang maupun
kondisi gelap mati (tidak tumbuh). Hal itu kemungkinan disebabkan oleh
kesalahan prosedur dan kurang teliti pada saat melakukan pengamatan.
Tanaman jagung
pada kondisi gelap dan terang mati pada minggu kedua
Berdasarkan data percobaan tersebut
diketahui tanaman jagung yang mendapat
itensitas sedang tumbuh lebih cepat dibanding pada tanaman jagung yang ditaruh
mendapat itensitas tinggi. Ketidakberadaannya cahaya matahari, memacu tanaman
jagung untuk memproduksi hormon auksin yang ditemukan pada sel-sel meristem
seperti ujung barang dan ujung akar.
Fungsi utama hormon
auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di
daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya
matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak. Hal
ini dilakukan tumbuhan agar bisa segera mendapatkan cahaya matahari untuk dapat
berfotosintesis. Hal inilah yang menyebabkan tanaman yang ditaruh di tempat
yang remang tumbuh lebih cepat namun, tidak dapat melakukan fotosintesis.
Tanaman yang tidak mengalami fotosintesis tentu saja kekurangan nutrisi yang
berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman itu sendiri. Sehingga
walaupun tumbuh tinggi tanaman jagung yang ditaruh pada keadaan remang terlihat
layu dan tidak dapat berdiri kokoh dan warna daun yang pucat.
Sementara itu warna
daun tanaman jagung yang di taruh di
tempat terang (itensitas tinggi) berwarna hijau. Hal ini disebabkan tersedianya
cahaya yang memadai akan meningkatkan pembentukan kloroplas. Kloroplas
merupakan organel yang mengandung klorofil (zat hijau daun). Sehingga tanaman
yang mendapatkan cukup cahaya memiliki daun yang berwarna hijau karena adanya
klorofil. Sebaliknya tanaman yang tidak mendapat cukup cahaya matahari
mempunyai warna daun yang pucat. Setelah beberapa hari, tanaman jagung yang
kami taruh pada ruang kelas (itensitas sedang) akhirnya mati. Hal ini terjadi
karena tanaman tersebut tidak dapat melakukan fotosintesis, sehingga tidak
dapat memenuhi nitrisi untuk pertumbuhannya.
KESIMPULAN
Tanaman yang terkena cahaya
matahari secara langsung (terang) pertumbuhannya lebih lambat, daunnya lebar
& tebal, berwarna hijau, batang tegak, kokoh. Hal ini di karenakan pada
tumbuhan di tempat yang terang mendapat banyak cahaya yang membantu proses
pembuatan makanan sedangkan di tempat yang gelap tidak mendapat cahaya. Sedangkan,
tanaman jagung yang tidak terkena cahaya
matahari (gelap) pertumbuhannya lebih cepat tinggi (etiolasi) dan daunnya
tipis, berwarna pucat, batang melengkung tidak kokoh. Hal ini terjadi karena
cahaya memperlambat/menghambat kerja hormone auksin dalam pertumbuhan meninggi
(primer).
Cahaya akan mempengaruhi
pertumbuhan dari suatu tumbuhan. Tumbuhan yang ditanam di tempat gelap lebih
cepat tumbuh tinggi dibandingkan dengan tumbuhan yang ditanam di tempat terang.
Hal ini dikarenakan pada tempat yang gelap konsentrasi auksin ( hormon
pertumbuhan ) tinggi sehingga tumbuhan lebih cepat tinggi, sedangkan pada
tempat yang terang cahaya akan menguraikan auksin sehingga tumbuhan di tempat
terang lebih pendek.
UCAPAN TERIMAKASIH
Penulis mengucapkan terima kasih secara khusus kepada Ibu Fauziah dan kepada semua pihak
yang telah membantu pelaksanaan percobaan ini terutama teman kelompok percobaan
dan pengamatan.
DAFTAR PUSTAKA
http://sitimapmap.blogspot.com/2013/10/laporan-praktikum-kecambah-jagung.htm
(Diunduh 28 November 2015 Pukul 20:05)
http://yanaputra81.blogspot.com/2010/02/morfologi-tumbuhan.html
(Diunduh 28 November 2015 Pukul 20:05)
http://pramestidianp.blogspot.com/2013/01/materi-dan-metode-biologi-dengan-m
(Diunduh 28 November 2015 Pukul 20:05)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar