Rabu, 02 Desember 2015

MY JURNAL EFEK CAHAYA TERHADAP FOTOSINTESIS TANAMAN JAGUNG ( ZEA MAYS) Martha Priana Sitanggang



EFEK CAHAYA TERHADAP FOTOSINTESIS TANAMAN JAGUNG ( ZEA MAYS)
Martha Priana Sitanggang
4143220017 - Biologi NK B 2014

ABSTRACT
              The most rapid development is the development of maize in a dark place. The influence of light and the hormone auxin found in plants affect the photosynthesis of corn plants . The plant hormone auxin functions to growth for plants and become an obstacle to the growth of plants when exposed to sunlight .
                    Corn plants grown in the dark will grow faster / higher than the bright place however , the corn crop in a dark place looks yellow , pale , thin , the leaves are not growing, and eventually will die after their food reserves run out. This is because light also stimulates the formation of chlorophyll , the plant in a dark place can not make chlorophyll and ultimately can not make their own food (photosynthesis).
ABSTRAK
Perkembangan paling cepat yaitu perkembangan jagung pada tempat yang gelap. Pengaruh cahaya dan  hormon auksin yang terdapat pada pada tumbuhan mempengaruhi fotosintesis tanaman jagung. Hormon auksin pada tumbuhan berfungsi untuk pertumbuhan bagi tanaman dan menjadi penghambat pertumbuhan tanaman jika terkena cahaya matahari.
Tanaman jagung yang ditanam di tempat gelap akan tumbuh lebih cepat/tinggi dari pada yang ditempat terang namun, tanaman jagung di tempat gelap tampak kuning, pucat, kurus, daunnya tidak berkembang, dan lama-lama akan  mati setelah cadangan makanannya habis. Ini karena cahaya juga merangsang pembentukkan klorofil, tumbuhan di tempat gelap tidak dapat membuat klorofil dan akhirnya tidak dapat membuat makanannya sendiri (fotosintesis).

PENDAHULUAN
Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan adalah cahaya. Cahaya yang dibutuhkan tumbuhan tidak selalu sama pada setiap tanaman. Ada jenis-jenis tumbuhan yang memerlukan cahaya penuh dan ada pula yang memerlukan remang-remang untuk pertumbuhannya. Kualitas, intensitas, dan lamanya radiasi yang mengenai tumbuhan mempunyai pengaruh yang besar terhadap berbagai proses fisiologi tumbuhan. pada intensitas cahaya berlebih maka auksin dan klorofil akan rusak sehingga menghambat pertumbuhan. Sebaliknya, pada intensitas kurang cahaya tumbuhan mengalami etiolasi. Perbedaan respon tumbuhan terhadap itensitas cahaya matahari juga berpengaruh terhadap kondisi fisik tumbuhan. Oleh karena itu, kami ingin membuktikan pengaruh itensitas cahaya matahari terhadap tinggi batang dan warna daun pada tanaman jagung.

BAHAN DAN METODE
Pengamatan ini dilakukan di rumah kaca Fakultas ,Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan dilakukan dengan pengulangan 5 kali.  Perlakuan yang dibuat adalah melihat pertumbuhan tanaman jagung pada kondisi tempat terang dan gelap.
Bahan yang digunakan adalah
1.       Tanah gembur
2.       Polibek ½ kg
3.       Air
4.       Kardus
5.       Tanaman jagung (Zea mays) berumur muda

Percobaan ini menggunakan 2 polibek berukuran sama yaitu ukuran ½ kg. Masing-masing polibek diisi dengan tanah gembur dengan 4/5 bagian polibek. Percobaan ini menggunakan 2 tanaman jagung yang digunakan sebagai objek pengamatan adalah tanaman jagung berusia mudadengan tinggi tanaman 7cm-10cm yang dipilih dengan kualitas yang baik untuk mempermudah pengamatan.
Setiap polibek ditanam masing-masing 1 tanaman jagung. Perlakuan yang diberikan adalah 1 tanaman jagung pada kondisi tempat terang dan 1 tanaman jagung pada kondisi tempat gelap. Penyiraman dilakukan setiap hari.
Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, dan warna tanaman.


HASIL DAN PEMBAHASAN
Minggu Pertama
v   Tempat Terang
No
Jenis Tumbuhan
Pot
Tinggi Tanaman (cm)
Lebar daun (cm)
Panjang daun (cm)
Warna
Tanaman
1
2
3
4
5
Jagung
Jagung
Jagung
Jagung
Jagung
1
2
3
4
5
12,6
12,8
12,5
13
15
1,4
1,5
1,7
1,6
1,7
6
6
6,1
6,2
6,2
Hijau
Hijau cerah
Hijau cerah
Hijau cerah
Hijau cerah


v   Tempat Gelap
No
Jenis Tumbuhan
Pot
Tinggi Tanaman (cm)
Lebar daun (cm)
Panjang daun (cm)
Warna
Tanaman
1
2
3
4
5
Jagung
Jagung
Jagung
Jagung
Jagung
1
2
3
4
5
7
9
10
-
-
0,8
0,8
1
-
-
4
5
5,3
-
-
Kuning coklat
Kuning coklat
Kuning coklat
-
-


Minggu kedua
v   Tempat Terang
No
Jenis Tumbuhan
Pot
Tinggi Tanaman (cm)
Lebar daun (cm)
Panjang daun (cm)
Warna
Tanaman
1
2
3
4
5
Jagung
Jagung
Jagung
Jagung
Jagung
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-

v   Tempat gelap
No
Jenis Tumbuhan
Pot
Tinggi Tanaman (cm)
Lebar daun (cm)
Panjang daun (cm)
Warna
Tanaman
1
2
3
4
5
Jagung
Jagung
Jagung
Jagung
Jagung
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
          
Pada keadaan yang gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang. Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kuning.
 
Tanaman jagung pada kondisi gelap minggu pertama dan kedua
Pada keadaan terang, hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil.
 
Tanaman jagung pada kondisi terang minggu pertama dan kedua

Dua minggu setelah perlakuan, tanaman jagung karena tidak disiram setiap hari dan dibiarkan pada tempat terang  dan gelap. Tampak perbedaan pada hasil bahwa pada minggu kedua semua tanaman jagung pada kondisi tempat terang maupun kondisi gelap mati (tidak tumbuh). Hal itu kemungkinan disebabkan oleh kesalahan prosedur dan kurang teliti pada saat melakukan pengamatan.
 
Tanaman jagung pada kondisi gelap dan terang mati pada minggu kedua
               
Berdasarkan data percobaan tersebut  diketahui tanaman jagung yang mendapat itensitas sedang tumbuh lebih cepat dibanding pada tanaman jagung yang ditaruh mendapat itensitas tinggi. Ketidakberadaannya cahaya matahari, memacu tanaman jagung untuk memproduksi hormon auksin yang ditemukan pada sel-sel meristem seperti ujung barang dan ujung akar.
Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak. Hal ini dilakukan tumbuhan agar bisa segera mendapatkan cahaya matahari untuk dapat berfotosintesis. Hal inilah yang menyebabkan tanaman yang ditaruh di tempat yang remang tumbuh lebih cepat namun, tidak dapat melakukan fotosintesis. Tanaman yang tidak mengalami fotosintesis tentu saja kekurangan nutrisi yang berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman itu sendiri. Sehingga walaupun tumbuh tinggi tanaman jagung yang ditaruh pada keadaan remang terlihat layu dan tidak dapat berdiri kokoh dan warna daun yang pucat.
Sementara itu warna daun  tanaman jagung yang di taruh di tempat terang (itensitas tinggi) berwarna hijau. Hal ini disebabkan tersedianya cahaya yang memadai akan meningkatkan pembentukan kloroplas. Kloroplas merupakan organel yang mengandung klorofil (zat hijau daun). Sehingga tanaman yang mendapatkan cukup cahaya memiliki daun yang berwarna hijau karena adanya klorofil. Sebaliknya tanaman yang tidak mendapat cukup cahaya matahari mempunyai warna daun yang pucat. Setelah beberapa hari, tanaman jagung yang kami taruh pada ruang kelas (itensitas sedang) akhirnya mati. Hal ini terjadi karena tanaman tersebut tidak dapat melakukan fotosintesis, sehingga tidak dapat memenuhi nitrisi untuk pertumbuhannya.
KESIMPULAN
Tanaman yang terkena cahaya matahari secara langsung (terang) pertumbuhannya lebih lambat, daunnya lebar & tebal, berwarna hijau, batang tegak, kokoh. Hal ini di karenakan pada tumbuhan di tempat yang terang mendapat banyak cahaya yang membantu proses pembuatan makanan sedangkan di tempat yang gelap tidak mendapat cahaya. Sedangkan, tanaman jagung  yang tidak terkena cahaya matahari (gelap) pertumbuhannya lebih cepat tinggi (etiolasi) dan daunnya tipis, berwarna pucat, batang melengkung tidak kokoh. Hal ini terjadi karena cahaya memperlambat/menghambat kerja hormone auksin dalam pertumbuhan meninggi (primer).
Cahaya akan mempengaruhi pertumbuhan dari suatu tumbuhan. Tumbuhan yang ditanam di tempat gelap lebih cepat tumbuh tinggi dibandingkan dengan tumbuhan yang ditanam di tempat terang. Hal ini dikarenakan pada tempat yang gelap konsentrasi auksin ( hormon pertumbuhan ) tinggi sehingga tumbuhan lebih cepat tinggi, sedangkan pada tempat yang terang cahaya akan menguraikan auksin sehingga tumbuhan di tempat terang lebih pendek.

UCAPAN TERIMAKASIH
          Penulis mengucapkan terima  kasih secara khusus  kepada Ibu Fauziah dan kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan percobaan ini terutama teman kelompok percobaan dan pengamatan.
DAFTAR PUSTAKA
http://sitimapmap.blogspot.com/2013/10/laporan-praktikum-kecambah-jagung.htm (Diunduh 28 November 2015 Pukul 20:05)
 http://yanaputra81.blogspot.com/2010/02/morfologi-tumbuhan.html (Diunduh 28 November 2015 Pukul 20:05)
 http://pramestidianp.blogspot.com/2013/01/materi-dan-metode-biologi-dengan-m (Diunduh 28 November 2015 Pukul 20:05)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar